Tuesday, June 15, 2010

Penghambaan sebuah hati yg terluka

Ya Tuhan, Engkau telah menunjukkan kelembutan-Mu setelah aku kehilangan dunia dan segala isinya.

 
Demi zat-Mu yang maha suci, sejak hari ini aku tidak akan menyimpang dari pintu kasih-Mu meski seluruh isi dunia dikembalikan kepadaku.


Biarlah semua orang menzalimi diriku, menipuku, menyulut api kebencian, atau memenjarakan diriku dalam kegelapan atau kesendirian.


Demi zat-Mu yang akan selalu kusembah, semua itu tidak akan merugikan diriku ataupun memutuskan benang terkecil dari benang-benang harapanku.


Apa arti derita kesabaran bagi diri jika telah menikmati hidayah-Mu yang menyinari jiwa?


Betapa mudahnya kegelapan ini jika telah menemukan cahaya-Mu di antara tulang rusuk yang membahagiakan diriku.


Betapa manisnya siksaan bagi hatiku selagi rahmat dan kelembutan-Mu selalu menemani.


(page 221. The Forbidden Wine)

No comments: