Terbangun di sepertiga malam, spt biasa mengecek dan mengganti clodi si kecil Azzam. Mata ini rasanya ingin kembali terlelap, tapi panggilan jiwa terasa mengusik. Maka cepat2lah berlari ke kamar mandi mengambil air wudhu utk segera tunaikan Qiyamul Lail. Panjatkan doa untuk segala.
Teringat,
Saat siang tadi membaca cerita tentang teman twitter yg anak perempuannya yg berumur 9 tahun meninggal karena tenggelam disini sungguh membuat hati ini terenyuh. Anak perempuan itu bernama Khonsaa'. Entah perasaan apa bila aku yg mengalaminya. Sedih, marah, hancur, kecewa campur aduk jadi satu. Perasaan seorang ibu yg kehilangan anak perempuannya, dimana tempatnya berbagi, bercerita, bercanda, ceria bersama. Tak akan bisa dilukiskan perasaan duka itu. Semoga Khonsaa' menjadi penyelamat ke 2 ortunya dari siksa api neraka. Amin.
Hal tersebut seperti menyadarkan aku betapa aku bersyukur di beri amanah Aisha Adinda Zahra. Dan menyadari bahwa memiliki anak perempuan ternyata tidak mudah. Banyak sekali kebaikan dan keburukan yg dihadapi. Di tambah lagi dengan pengaruh2 kebudayaan asing yg cepat atau lambat akan mempengaruhi mereka. Kesabaran extra memang diperlukan.
Mungkin itulah mengapa begitu besarnya pahala yg di dapat oleh ke dua orang tuanya karena mendidik anak perempuan. Gak kebayang jaman kegelapan dulu di jaman Fir'aun mereka sangat malu memiliki anak perempuan. Bahkan tega menguburkan kembali hidup2 bayi perempuan mereka. Seperti yg di tuliskan dalam surah An-Nahl ayat 58.
Mungkin itulah mengapa begitu besarnya pahala yg di dapat oleh ke dua orang tuanya karena mendidik anak perempuan. Gak kebayang jaman kegelapan dulu di jaman Fir'aun mereka sangat malu memiliki anak perempuan. Bahkan tega menguburkan kembali hidup2 bayi perempuan mereka. Seperti yg di tuliskan dalam surah An-Nahl ayat 58.
