Tuesday, June 15, 2010

The Forbidden Wine : Simfoni Keabadian Cinta

Akan kubangkitkan lantunan penyesalan dan dukacita yang telah memejamkan kedua matanya… Kan kusulut kembali keluh napas panjang yang terhembus dari dada, dan api yang pernah membara di dalam hati…Ini adalah kisah nyata… tentang pungguk merindukan bulan; tentang lelaki biasa merindukan putri istana; tentang Mamo dan Zain.Kecantikan seorang wanita baru bisa sempurna jika ada pria yang menjadi cermin dari kecantikan tersebut. Begitu pula, ketampanan seorang pria baru bermakna jika ada seorang wanita yang memaknai arti ketampanan itu.



Mamo dan Zain adalah cermin sempurna bagi satu sama lain.Dewa cinta tak pernah bisa terus duduk di singgasana hati, di balik tirai tersembunyi. Mamo dan Zain mabuk asmara. Di mata mereka dunia telah sirna. Batas-batas ruang dan waktu tak lagi ada, karena semua telah musnah ditelan ombak bahagia.Namun bahagia sirna, nestapa memupus asa. Amir Zainuddin, sang penguasa negeri dan kakak dari Putri Zain, menjadi penghalang cinta mereka berdua; cinta tulus dan suci dari kedalaman hati.



Mati segan, hidup pun tak mau. Itulah Mamo; pencinta yang hancur oleh rasa putus asa setelah sebelumnya harapannya hampir berbunga. Badai nestapa mengusik segala derita. Begitu pula Zain, yang kerap meracau di hadapan sang Amir, “Sedih dan duka adalah bagianku, sedang kuasa dan bahagia adalah bagianmu. Tolong, sedikit pun jangan rebut bagianku.”

Note: Taken from my other blog (06 Oct' 07)

Monday, December 22, 2008

will miss u...all my friends

Date 17 Dec' 08, she did approved.
This is my last year in this company.
Sad. Yes.
This company grown me up in the field of oil & gas business.
I will move on, on my next career step. With different field and different company.
The best for all of us.

Freshly morning

Bagaimana caranya untuk menceritakan ketidaknyamananku melalui pagi ini ya?

Rasa kecewaku dalam thd beliau di pagi ini, persis sekali dgn suasana di luar yg sangat tidak bersahabat.

pengharapan sebait kata2 lembut darinya, 'bagaimana keadaanmu pagi ini, nak?' 'Apakah influenzamu itu sudah berangsur pulih?'

apakah jawaban yg tepat yang harus aku lontarkan ? Perlukah berbicara bila itu hanya akan menyakiti si lawan bicara? Lebih baik toh kebisuan saja yg ku tampakkan. Kutinggalkan beliau dengan prasangkanya sendiri.


Namun, tak kuasa juga airmata ini mengalir di sudut mata dan berfikir keras.
Allah akan menjamin umatnya dalam hal rejeki sampai nyawa ini terlepas dari jasadnya. Percayakan semua kepada-Nya.

Manusia hanya mengatakan, dengan uang dia akan dapat hidup tenang dan bahagia, bila menginginkan sesuatu dpt cepat dimiliki dengan uang, org tidak punya uang akan merasakan kemalangan, kesedihan.
Rasanya kebersamaan bersama orang-orang yg dicintai bukanlah lagi menjadi tujuan manusia untuk mencapai kebahagiaan.

We'll see what can money do for our happiness...